Perbedaan Visa dan MasterCard

visa-mastercard

Pernahkan Anda perhatikan logo pada kartu kredit? Apa logonya?

Ya, kebanyakan kartu kredit yang dimiliki masyarakat Indonesia berlogo VISA atau MasterCard. Bahkan tidak jarang 1 orang memiliki 2 kartu, masing-masing berogo VISa dan MasterCard.

Lantas apa perbedaan dari kedua kartu tersebut?

Jawabannya mudah, liat aja logonya, udah beda kan? xixixi…..itu mah jawaban koplak. Apa sih sebenarnya perbedaan kedua kartu tersebut.

Bagi Anda pemegang kartu kredit pasti sudah tidak asing lagi dengan logo VISA atau MasterCard yang tertera di kartu Anda. VISA dan MasterCard adalah institusi penerbit kartu kredit di dunia. Kedua perusahaan inilah yang menalangi pembayaran dari transaksi-transaksi kartu kredit di dunia. Kedua jenis kartu kredit ini memiliki jaringan tersendiri dan bisa gunakan secara luas di seluruh dunia.

Ada beberapa pilihan ketika kita hendak membuat kartu kredit.Tetapi umumnya pilihan-pilihan tersebut hanya dibagi menjadi 2 jenis kartu saja, VISA dan MASTERCARD.

Mana yang lebih bagus? Mana yang lebih menguntungkan?

Di beberapa websites sudah banyak dibahas mengenai hal ini. Rata-rata mereka menyimpulkan bahwa kedua kartu tersebut sama saja. Fasilitas, layanan dan kemudahan yang ditawarkan tidak jauh berbeda. Masing-masing menawarkan biaya dan kemudahan yang juga mirip-mirip saja..

VISA dan MasterCard adalah 2 produk yang dikeluarkan oleh 2 perusahaan kompetitor. Tapi seiring dengan perkembangan bisnis, mereka mengadakan kerja sama atas nama “Perusahaan Gabungan”, yaitu EMV (Europay-Mastercard-Visa). EMV merupakan perusahaan yang mengurusi standarisasi 3 jenis kartu tersebut. dan bahkan merelease kernel yang digunakan untuk kepentingan bisnis yang melibatkan kartu tersebut (untuk versi kartu yang smartcard).

Certified/verified by VISA, artinya EDC (Electronic Data Circuit , tempat gesek kartu) + software yang terdapat didalam kartu tersebut sudah memenuhi standart EMV bagian VISA.

Ada sertifikasi lain, Mastercard , dan europay sendiri juga punya standarisasi tertentu supaya sebuah perusahaan boleh menyatakan certified / verified by EMV (atau salah satu dari Europay, MasterCard, VISA) dan juga telah menggunakan kernel yang di approve oleh EMV.

Kenapa ada kata verifed ? bagaimana kalau tidak ada kata verified ?

Kalau tidak ada kata Verified, transaksi tetap bisa dilakukan. Tapi bila terjadi klaim atas kesalahan , maka EMV tidak bertanggung jawab atas transaksi yang dilakukan (tidak ada refund, reversal, ataupun void).

Perbedaan VISA dan MasterCard 

Dari segi kegunaan keduanya tidak memiliki perbedaan, meskipun begitu tidak ada salahnya Anda mengenal kedua jenis kartu ini.

• Perusahaan Penerbit Kartu

Kartu MasterCard dikeluarkan oleh MasterCard International yang bermarkas di New York, Amerika Serikat.

VISA sendiri merupakan kependekan dari Visa International Service Association. Kartu jenis VISA dikeluarkan oleh VISA International yang bermarkas di California, Amerika Serikat.

• Tempat penggunaan

Sebelumnya, kartu VISA hanya bisa digunakan di toko/merchant berlogo VISA, dan sebaliknya MasterCard hanya bisa digunakan di toko/merchant berlogo MasterCard. Namun kini sebagian besar EDC (Electronic Data Circuit, alat gesek kartu kredit) yang ada di pusat perbelanjaan telah bisa digunakan untuk keduanya.

• Negara

Jika hanya untuk penggunaan dalam negeri maka keduanya tidak memiliki perbedaan. Namun bila Anda suka berpergian ke luar negeri, maka untuk penggunaan di luar negeri, MasterCard lebih banyak digunakan di daerah Eropa dan Amerika. Sedangkan VISA lebih popouler di daerah Asia.

• Limit dan tagihan kartu

Tidak ada ada perbedaan untuk limit type kartu (Silver/Gold/Platinum) dan waktu tagihan kartu. Semua itu bergantung pada kebijakan masing-masing bank tempat Anda mengajukan kartu kredit.

Penulis mencoba akan membandingkan kedua kartu tersebut dari kacamata yang berbeda berdasarkan data-data yang diperoleh. Tidak up to date sieh, tp semoga bisa mewakili.

Perhatikan tabel dibawah ini:

MASTERCARD VISA
Berdiri 1966 1970
Kantor pusat New York California
Area Layanan Seluruh Dunia Seluruh Dunia
Leader Ricard N Haythornthwaite (Chairman)
Ajay Banga (CEO)
Joseph Saunders (Chairman&CEO)
John Partridge (President)
Byron Pollitt (CFO)
Produk Sistem Pembayaran Sistem Pembayaran
Jumlah Omset USD 5,10 billion (2009) USD 6,91 billion (2009)
Jumlah Aset USD 7,47 billion (2009) USD 32,3 billion (2009)
Jumlah karyawan 5000 (2009) 5700 (2009)
Website http://www.mastercard.com http://www.visa.com

Naah sekarang, bagi anda yang berniat untuk memiliki Kartu Kredit pasti sudah punya gambaran dan bisa menentukan pilihan kartu mana yang akan di pilih.

Pilihlah Limit kartu kredit secara bijak sesuai kebutuhan anda apakah itu silver/gold/platinum. Gunakan kartu kredit dengan bijaksana karena kartu kredit hanya berfungsi untuk memberikan kemudahan proses pembayaran belanja anda dan bukan menggratiskan belanja anda.

~Salam~

http://www.plurk.com/TSutisno/invite

Jadwal SBMPTN 2013

Jadwal Ujian SBMPTN 2013. Pelaksanaan Ujian SBMPTN atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2013, menurut informasi terbaru dari website resmi SBMPTN 2013 ( www.sbmptn.or.id ) akan dilaksanakan pada tanggal 18-19 bulan Juni 2013. Untuk lebih Jelasnya silahkan lihat tanggal-tanggal penting seputar pelaksanaan ujian SBMPTN,  di bawah ini.

Tanggal-tanggal penting Pendaftaran, Pelaksanaan, dan Pengumuman Ujian SBMPTN :

13 Mei – 7 Juni 2013 Pendaftaran SBMPTN 2013
18-19 Juni 2013 Pelaksanaan Ujian tertulis
20 dan/atau 21 Juni 2013 Pelaksanaan Ujian Keterampilan
12 Juli 2013 Pengumuman Hasil Ujian

Nah, untuk adik-adik yang akan menghadapi SBMTPN persiapkan diri anda mulai dari saat ini, perbanyak berlatih soal SNMPTN jalur tulis yang sudah-sudah, karena soal SBMPTN 2013 sama sulit dan bentuknya dengan soal SNMPTN. Jika adik-adik menginginkan SOAL PREDIKSI SBMPTN Kemampuan IPA (Saintek), IPS (Soshum) , dan IPC (Campuran) gratisan adik-adik bisa mencari dengan menggunakan fasilitas mesin pencari yang sudah di sediakan oleh www.google.co.id

Semoga bermanfaat dan dapat membantu adik-adik lulus di PTN Favorit Seperti UI, UGM, ITB, IPB, USU, UPI, UNPAD, UNSYIAH, UNIMED, USU, UB, UM, UNP, UNNES, Dan PTN Lainnya.

Selamat Berjuang !!
“Persiapkan Masa Depanmu mulai sekarang.
Nasib Anda bukan karena keputusan orang lain.
Putuskanlah untuk menjadi pemulia kehidupan,
bahkan dalam seburuk-buruknya keadaan.”

Batik Megamendung, Sejarah dan Filosofi

megamendung

Motif batik Megamendung merupakan karya seni batik yang identik dan bahkan menjadi ikon batik daerah Cirebon dan daerah Indonesia lainnya. Motif batik ini mempunyai kekhasan yang tidak ditemui di daerah penghasil batik lain. Bahkan karena hanya ada di Cirebon dan merupakan masterpiece, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI akan mendaftarkan motif megamendung ke UNESCO untuk mendapatkan pengakuan sebagai salah satu world heritage.’

Motif megamendung sebagai motif dasar batik sudah dikenal luas sampai ke manca negara. Sebagai bukti ketenarannya, motif megamendung pernah dijadikan cover sebuah buku batik terbitan luar negeri yang berjudul Batik Design, karya seorang berkebangsaan Belanda bernama Pepin van Roojen. Kekhasan motif megamendung tidak saja pada motifnya yang berupa gambar menyerupai awan dengan warna-warna tegas, tetapi juga nilai-nilai filosofi yang terkandung di dalam motifnya. Hal ini berkaitan erat dengan sejarah lahirnya batik secara keseluruhan di Cirebon. H. Komarudin Kudiya S.IP, M.Ds, Ketua Harian Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menyatakan bahwa:

Motif megamendung merupakan wujud karya yang sangat luhur dan penuh makna, sehingga penggunaan motif megamendung sebaiknya dijaga dengan baik dan ditempatkan sebagaimana mestinya. Pernyataan ini tidak bermaksud membatasi bagaimana motif megamendung diproduksi, tapi lebih kepada ketidaksetujuan penggunaan motif megamendung untuk barang-barang yang sebenarnya kurang pantas, seperti misalnya pelapis sandal di hotel-hotel.

Sejarah motif

Sejarah timbulnya motif megamendung berdasarkan buku dan literatur yang ada selalu mengarah pada sejarah kedatangan bangsa China ke wilayah Cirebon. Hal ini tidak mengherankan karena pelabuhan Muara Jati di Cirebon merupakan tempat persinggahan para pendatang dari dalam dan luar negeri. Tercatat jelas dalam sejarah, bahwa Sunan Gunung Jati yang menyebarkan agama Islam di wilayah Cirebon pada abad ke-16, menikahi Ratu Ong Tien dari China. Beberapa benda seni yang dibawa dari China seperti keramik, piring dan kain berhiaskan bentuk awan.

Dalam faham Taoisme, bentuk awan melambangkan dunia atas. Bentuk awan merupakan gambaran dunia luas, bebas dan mempunyai makna transidental (Ketuhanan). Konsep mengenai awan juga berpengaruh di dunia kesenirupaan Islam pada abad ke-16, yang digunakan kaum Sufi untuk ungkapan dunia besar atau alam bebas.

Pernikahan Sunan Gunung Jati dengan Ratu Ong Tien menjadi pintu gerbang masuknya budaya dan tradisi China ke keraton Cirebon. Para pembatik keraton menuangkan budaya dan tradisi China ke dalam motif batik yang mereka buat, tetapi dengan sentuhan khas Cirebon, jadi ada perbedaan antara motif megamendung dari China dan yang dari Cirebon. Misalnya, pada motif megamendung China, garis awan berupa bulatan atau lingkaran, sedangkan yang dari Cirebon, garis awan cenderung lonjong, lancip dan segitiga.

Sejarah batik di Cirebon juga terkait dengan perkembangan gerakan tarekat yang konon berpusat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Membatik pada awalnya dikerjakan oleh anggota tarekat yang mengabdi di keraton sebagai sumber ekonomi untuk membiayai kelompok tarekat tersebut. Para pengikut tarekat tinggal di desa Trusmi dan sekitarnya. Desa ini terletak kira-kira 4 km dari Cirebon menuju ke arah barat daya atau menuju ke arah Bandung. Oleh karena itu, sampai sekarng batik Cirebon identik dengan batik Trusmi.

Unsur motif

Motif megamendung yang pada awalnya selalu berunsurkan warna biru diselingi warna merah menggambarkan maskulinitas dan suasana dinamis, karena dalam proses pembuatannya ada campur tangan laki-laki. Kaum laki-laki anggota tarekatlah yang pada awalnya merintis tradisi batik. Warna biru dan merah tua juga menggambarkan psikologi masyarakat pesisir yang lugas, terbuka dan egaliter.

Selain itu, warna biru juga disebut-sebut melambangkan warna langit yang luas, bersahabat dan tenang serta melambangkan pembawa hujan yang dinanti-nantikan sebagai pembawa kesuburan dan pemberi kehidupan. Warna biru yang digunakan mulai dari warna biru muda sampai dengan warna biru tua. Biru muda menggambarkan makin cerahnya kehidupan dan biru tua menggambarkan awan gelap yang mengandung air hujan dan memberi kehidupan.

Dalam perkembangannya, motif megamendung mengalami banyak perkembangan dan dimodifikasi sesuai permintaan pasar. Motif megamendung dikombinasi dengan motif hewan, bunga atau motif lain. Sesungguhnya penggabungan motif seperti ini sudah dilakukan oleh para pembatik tradisional sejak dulu, namun perkembangannya menjadi sangat pesat dengan adanya campur tangan dari para perancang busana. Selain motif, warna motif megamendung yang awalnya biru dan merah, sekarang berkembang menjadi berbagai macam warna. Ada motif megamendung yang berwarna kuning, hijau, coklat dan lain-lain.

Proses produksi

Proses produksinya yang dahulu dikerjakan secara batik tulis dan batik cap, dengan pertimbangan ekonomis diproduksi secara besar-besaran dengan cara disablon (printing) di pabrik-pabrik. Walaupun kain bermotif megamendung yang dihasilkan dengan proses seperti ini sebenarnya tidak bisa disebut dengan batik.

Wujud motif megamendungpun yang dulunya hanya dikenal dalam wujud kain batik, sekarang bisa ditemui dalam berbagai macam bentuk barang. Ada yang berupa hiasan dinding lukisan kaca, produk-produk interior seperti ukiran kayu maupun produk-produk peralatan rumah tangga seperti sarung bantal, sprei, taplak meja dan lain-lain.

Pengertian Batik Megamendung

Batik megamendung adalah motig kain batik yang berasal dari daerah Cirebon. Bentuk motif batik khas kota udang ini menyerupai bentuk awan-awan. Motif batik mega mendung terlah menjadi sebuah ikon karya seni kota Cirebon. Motif batik megamendung mempunyai ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh motif batik di daerah penghasil batik lainnya.

Kain batik mega mendung yang sudah sejak lama dan turun menurun diproduksi oleh masyarakat Cirebon tidak hanya terkenal di kalangan pecinta batik di Indonesia saja. Motif batik mega mendung juga diapresiasi dengan baik oleh masyarakat di luar negeri. Ini terbukti dengan dijadikanya motif batik megamendung sebgai cover salah satu buku yang membahas tentang batik yang berjudul “Batik Design” karya Pepin Van Roojen seorang kebangsaan Belanda.

Selain bangga bahwa motif kain batik mega mendung mendapatkan apresiasi yang baik di dalam dan di luar negeri, kita juga patut untuk tahu pengertian batik mega mendung dari segi sejarah dan filosofi motif batik yang tertuang di atas kain.

Ada beberapa pendapat tentang asal motif batik mega mendung. Ada yang mengatakan bahawa motif mega mendung adalah hasil dari pengaruh pendatang dari negeri China. Yang pada dulu sering singgah di pelabuhan Muara Jati, Cirebon dan dianggap membawa paham Taoisme dimana bentuk awan melambangkan dunia atas atau dunia luas, bebas dan mempunyai makna transidental (Ketuhanan).

Ada juga yang mengatakan motif batik mega mendung diadopsi oleh masyarakat Cirebon yang diambil dari berbagai macam buku dan literature selalu mengarah pada sejarah kedatangan bangsa China yang datang ke wilayah Cirebon. Tercatat dengan jelas dalam sejarah bahwa Sunan Gunungjati menikahi Ratu Ong Tien dari negeri China. Beberapa benda seni yang dibawa dari negeri China diantaranya adalah keramik, piring, kain yang berhiasan bentuk awan. Bentuk awan dalam beragam budaya melambangkan dunia atas bilamana diambil dari faham Taoisme. Pengertian batik mega mendung  merupakan gambaran dunia luas, bebas dan mempunyai makna transidental (Ketuhanan). Konsep mengenai awan ini juga ada pada dunia kesenirupaan Islam pada abad 16 yang digunakan oleh kaum Sufi untuk ungkapan dunia besar atau alam bebas.

Filosofi Batik MegaMendung

Motif Megamendung yang digunakan oleh masyarakat Cirebon sebagai motif dasar batik sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia pecinta batik, begitupula bagi masyarakat pecinta batik di luar negeri. Bukti ketenaran motif Megamendung berasal dari kota Cirebon pernah dijadikan sebagai cover sebuah buku batik terbitan luar negeri yang berjudul Batik Design karya Pepin Van Roojen bangsa Belanda.
Sejarah timbulnya motif Megamendung yang diadopsi oleh masyarakat Cirebon yang diambil dari berbagai macam buku dan literature selalu mengarah pada sejarah kedatangan bangsa China yang datang ke wilayah Cirebon. Tercatat dengan jelas dalam sejarah bahwa Sunan Gunungjati menikahi Ratu Ong Tien dari negeri China. Beberapa benda seni yang dibawa dari negeri China diantaranya adalah keramik, piring, kain yang berhiasan bentuk awan. Bentuk aan dalam beragam budaya melambangkan dunia atas bilamana diambil dari faham Taoisme. Bentuk awan merupakan gambaran dunia luas, bebas dan mempunyai makna transidental (Ketuhanan). Konsep mengenai awan ini juga berpengaruh pada dunia kesenirupaan Islam pada abad 16 yang digunakan oleh kaum Sufi untuk ungkapan dunia besar atau alam bebas.

Nilai-nilai dasar dalam Megamendung
Nilai-nilai dasar dalam seni apapun termasuk dalam seni batik motif megamendung bisa didekati dengan cara sbb:
a. Nilai Penampilan (appearance) atau nilai wujud yang melahirkan benda seni. Nilai ini terdiri dari nilai bentuk dan nilai struktur. Nilai bentuk yang bisa dilihat secara visual adalah motif megamendung dalam sebuah kain yang indah terlepas dari penggunaan bahan berupa kain katun atau kain sutera. Sementara dalam nilai struktur adalah dihasilkan dari bentuk-bentuk yang disusun begitu rupa berdasarkan nilai esensial. Bentuk-bentuk tersebut berupa garis-garis lengkung yang disusun beraturan dan tidak terputus saling bertemu.
b. Nilai Isi (Content) yang dapat terdiri atas nilai pengetahuan (kognisi), nilai rasa, intuisi atau bawah sadar manusia, nilai gagasan, dan nilai pesan atau nilai hidup (values) yang dapat terdiri dari atas moral, nilai sosial, nilai religi, dsb.
Pada bentuk Megamendung bisa kita lihat garis lengkung yang beraturan secara teratur dari bentuk garis lengkung yang paling dalam (mengecil) kemudian melebar keluar (membesar) menunjukkan gerak yang teratur harmonis. Bisa dikatakan bahwa garis lengkung yang beraturan ini membawa pesan moral dalam kehidupan manusia yang selalu berubah (naik dan turun) kemudian berkembang keluar untuk mencari jati diri (belajar/menjalani kehidupan sosial agama) dan pada akhirnya membawa dirinya memasuki dunia baru menuju kembali kedalam penyatuan diri setelah melalui pasang surut (naik dan turun) pada akhirnya kembali ke asalnya (sunnatullah). Sehingga bisa kita lihat bentuk megamendung selalu terbentuk dari lengkungan kecil yang bergerak membesar terus keluar dan pada akhirnya harus kembali lagi menjadi putaran kecil namun tidak boleh terputus.

Terlepas dari makna filosofi bahwa Megamendung melambangkan kehidupan manusia secara utuh sehinga bentuknya harus menyatu. Dilihat dari sisi produksi memang mengharuskan kalau bentuk garis lengkung megamendung harus bertemu pada satu titik lengkung berikutnya agar pada saat pemberian warna pada proses yang bertahap (dari warna muda ke warna tua) bisa lebih memudahkan.
Bilamana kita cermati, maka akan kita dapatkan bahwa bentuk Megamendung banyak sekali variasinya. Ada yang berbentuk lancip pada ujungnya dan ada yang berbentuk bulat tumpul pada ujungnya. Ada pula yang memiliki lekukan berbentuk menyudut pada bagian bentuk lengkungannya. Dengan sendirinya bagi pendesain batik pemula yang tidak terbiasa dengan proses membatik dan tidak mengerti makna filosofi Megamendung, bilamana menggambar Megamendung akan sedikit mengalami kesulitan serta kemungkinan akan terjadi kesalahan. Yang harus diperhatikan lagi adalah motif Megamendung hampir mirip dengan motif Wadasan. Akan tetapi tidak sama penempatannya dengan motif Wadasan (perlu dipelajari khusus pada kesempatan berikutnya).
c. Nilai Pengungkapan (presentation) yang dapat menunjukkan adanya nilai bakat pribadi seseorang, nilai ketrampilan, dan nilai medium yang dipakainya. Ungkapan yang ditampilkan oleh senimannya berupa proses batik yang begitu indah dengan memberikan goresan lilin lewat alat yang dinamakan canting terbuat dari bahan tembaga tipis yang dibentuk secara hati-hati sehingga lilin panas yang melewati ujung canting bisa mengalir dengan lancar. Paduan unsur warna yang harmonis dengan penuh makna bagi siapa yang melihatnya. Unsur warna biru yang kita kenal dengan melambangkan warna langit yang begitu luas, bersahabat dan tenang. Ditambah lagi dengan ada yang mengartikan bahwa biru melambangkan kesuburan sehinga warna batik Megamendung pada awalnya selalu memberikan unsur warna biru diselingi dengan warna dasar merah.
Perkembangan dunia batik yang semakin berkembang ditambah dengan permintaan batik yang demikian beragamnya, maka motif-motif Megamendung banyak dimodifikasi dengan pendekatan berbagai macam, sbb:

1. Bentuk Motif
Bentuk motif Megamendung pada saat sekarang sudah banyak berubah dan dimodifikasi sesuai dengan permintaan pasar diantaranya oleh komunitas perancang busana (fashion designer). Tidak dipungkiri bahwa kelompok perancang busana memberikan andil yang sangat besar bagi kemajuan dunia batik termasuk untuk mengangkat motif Megamendung. Motif Megamendung sudah dikombinasi dengan motif-motif bentuk hewan, bunga atau unsur motif lainnya. Sesungguhnya keberadaan motif Megamendung yang digabungkan dengan motif lain sudah ada sejak dahulu dan telah dibuat oleh seniman batik tradisional. Namun belakangan ini setelah diangkat secara total oleh perancang busana maka motif batik Megamendung semakin berkembang pesat.
2. Proses Produksi
Proses produksi batik Megamendung yang dahulunya dikerjakan secara batik tulis dan batik cap, sekarang dikembangkan pula dengan proses produksi sablon (print). Dengan demikian harga produksi bisa ditekan lebih murah. Walaupun kain bermotif Megamendung yang dibuat dengan proses sablon tidak bisa kita namakan batik, namun secara komersil motif Megamendung merupakan sasaran empuk bagi produsen tekstil yang bisa menghasilkan banyak keuntungan.
3. Bentuk Produksi
Wujud benda produksi pada masa sekarang ini yang mengenakan motif Megamendung tidak lagi dalam wujud kain batik. Motif Megamendung digunakan sebagai hiasan dinding lukisan kaca, pada produk interior berupa ukiran kayu, adapula yang dijadikan sebagai produk-produk sarung bantal, sprei, taplak meja (household) dan lain-lain.
Saya setuju dan sangat mendukung pendapat sekelompok pecinta batik yang menjadikan motif megamendung merupakan wujud karya yang sangat luhur dan penuh makna, sehingga penggunaan motif megamendung sebaiknya dijaga dengan baik dan ditempatkan sebagaimana mestinya. Kita sebagai masyarakat yang berkecimpung di dunia batik tidak membatasi bagaimana cara bentuk motif megamendung diproduksi, namun saya tidak setuju bilamana motif-motif megamendung dengan berbagai bentuk dijadikan barang produksi berupa pelapis sandal di hotel-hotel.

~Salam~

http://www.plurk.com/TSutisno/invite

Mengagumkan… SMKN 1 Cirebon Bisa Buat Mobil

0-Metro-CSSMKN I Kota Cirebon kini boleh berbangga diri,  setelah berhasil menciptakan karya rakitan LCD TV, dan proyektor, kini sanggup membuat mobil wisata. Koordinator pengembangan program teknik otomotif, SMKN 1 Kota Cirebon, Edi Susianto mengatakan, sekolah merasa tertantang untuk membuat mobil wisata. “Kami tertantang untuk membuat, bukan merakit. Dengan bantuan dari Viar, kami kembangkan mobil wisata yang merupakan hasil karya para siswa,” katanya, Rabu (1/2).
Menurutnya, mobil wisata yang lebih condong mengacu kepada tempat dan area wisata ini dirancang khusus untuk di tempat wisata. Dengan sejumlah kelebihan yang dimiliki. Mobil hasil karya SMKN 1 Kota Cirebon ini, sudah memiliki beberapa pemesan.
“Kami memang rancang khusus untuk di tempat wisata. Dengan segala kelebihan yang ada. Saat ini sudah mulai ada yang melirik. Mobil ini pun punya kelebihan, seperti irit. Karena mesin yang digunakan adalah mesin motor dengan CC kecil yaitu 150 CC. Selain itu, karena kami ini sasarannya ke tempat wisata, maka tak perlu khawatir untuk masalah surat-surat perizinan. Lain halnya dengan mobil biasa,” paparnya.
Edi menjelaskan, meski saat ini mobil wisata belum diberi merek, tapi pihak sekolah tengah melakukan proses penyempurnaan sebelum dipasarkan. “Kalau untuk merek, kami belum tentukan namanya apa. Karena masih dalam proses penyempurnaan. Untuk uji coba, kami sudah lakukan uji coba dan siap menerima pesanan,” jelasnya.
Edi sudah melakukan perbincangan dengan pihak Dinas Pendidikan. Ia mendapat respons yang sangat baik terhadap hasil karya SMK Negeri 1 Cirebon ini. “Waktu itu saya sudah berbincang-bincang interpersonal dengan kadisdik. Beliau merespons sangat bagus. Malah, beliau mengusulkan agar kami membuat mobil pemadam kebakaran yang bisa masuk gang,” katanya.
Edi menambahkan, dirinya sudah mempunyai rencana untuk ke depannya tentang mobil wisata ini. “Rencana untuk mengembangkan program teknik otomotif di SMK Negeri 1 Cirebon sudah banyak. Yang utama ya ini, penyempurnaan dan pemasaran mobil wisata hasil karya siswa-siswa SMK Negeri 1 Cirebon,”.
Dream World Auto Work sebagai mitra SMKN 1 Kota Cirebon, dalam mengembangkan mobil, memperkirakan akan banyak tempat wisata yang memesan mobil ini. “Dengan kisaran harga antara Rp40-Rp50juta, kami tentunya yakin bahwa banyak tempat wisata yang akan memesan mobil wisata ini. Ditambah lagi, dengan keunggulan yang mobil wisata ini miliki,” kata Perwakilan Dream World Auto Work, Vinsentius Bambang Widjaja SH, melalui sambungan telepon.
Vincen menambahkan, pihak SMKN 1 akan merampungan mobil wisata pada tahun 2012 ini. “Kami tentunya harus siap untuk memasarkan mobil wisata di tahun ini. Sudah banyak tempat wisata yang melirik, karena lucu dan beda dari mobil-mobil lainnya,” tambahnya.

SEJARAH CIREBON

petawisatacirebon1KESULTANA CIREBON

KESULTANAN Cirebon merupakan kesultanan di pantai utara Jawa Barat dan kerajaan Islam pertama di Jawa Barat. Cirebon pada saat sekarang merupakan nama satu wilayah administrasi, ibu kota, dan kota. Nama Cirebon juga melekat pada nama bekas sebuah keresidenan yang meliputi kabupaten-kabupaten Indramayu, Kuningan, Majalengka, dan Cirebon.

Sumber-sumber naskah tentang Cirebon yang disusun oleh para keturunan kesultanan dan para pujangga kraton umumnya berasal dari akhir abad ke-17 sampai awal abad ke-18. Dari sumber naskah setempat, yang dianggap tertua adalah naskah yang ditulis oleh Pangeran Wangsakerta. Selain sumber setempat, terdapat pula sumber-sumber asing. Yang dianggap tertua berasal dari catatan Tome Pires -mengunjungi Cirebon pada tahun 1513-yang berjudul Suma Oriental.

Mengenai nama Cirebon terdapat dua pendapat. Babad setempat, seperti Nagarakertabumi (ditulis oleh Pangeran Wangsakerta), Purwaka Caruban Nagari (ditulis oleh Pangeran Arya Cerbon pada tahun 1720), dan Babad Cirebon (ditulis oleh Ki Martasiah pada akhir abad ke-1) menyebutkan bahwa kota Cirebon berasal dari kata ci dan rebon(udang kecil). Nama tersebut berkaitan dengan kegiatan para nelayan di Muara Jati, Dukuh Pasambangan, yaitu membuat terasi dari udang kecil (rebon). Adapun versi lain yang diambil dari Nagarakertabhumi menyatakan bahwa kata cirebonadalah perkembangan kata caruban yang berasal dari istilah sarumban yang berarti pusat percampuran penduduk.

Di Pasambangan terdapat sebuah pesantren yang bernama Gunung Jati yang dipimpin oleh Syekh Datu Kahfi (Syekh Nurul Jati). Di pesantren inilah Pangeran Walangsungsang (putra raja Pajajaran, Prabu Siliwangi) dan adiknya, Nyai Rara Santang, pertama kali mendapat pendidikan agama Islam.

Pada awal abad ke-16, Cirebon masih di bawah kekuasaan Pakuan Pajajaran. Pangeran Walangsungsang ditempatkan oleh raja Pajajaran sebagai juru labuhan di Cirebon. Ia bergelar Cakrabumi. Setelah cukup kuat, Walangsungsang memproklamasikan kemerdekaan Cirebon dan bergelar Cakrabuana. Ketika pemerintahannya telah kuat, Walangsungsang dan Nyai Rara Santang melaksanakan ibadah haji ke Mekah. Sepulang dari Mekah ia memindahkan pusat kerajaannya ke Lemahwungkuk. Di sanalah kemudian didirikan keraton baru yang dinamakannya Pakungwati.

Sumber-sumber setempat menganggap pendiri Cirebon adalah Walangsungsang, namun orang yang berhasil meningkatkan statusnya menjadi sebuah kesultanan adalah Syarif Hidayatullah yang oleh Babad Cirebon dikatakan identik dengan Sunan Gunung Jati (Wali Songo). Sumber ini juga mengatakan bahwa Sunan Gunung Jati adalah keponakan dan pengganti Pangeran Cakrabuana. Dialah pendiri dinasti raja-raja Cirebon dan kemudian juga Banten.

Setelah Cirebon resmi berdiri sebagai sebuah kerajaan Islam, Sunan Gunung Jati berusaha mempengaruhi kerajaan Pajajaran yang belum menganut agama Islam. Ia mengembangkan agama ke daerah-daerah lain di Jawa Barat.

Setelah Sunan Gunung Jati wafat (menurut Negarakertabhumi dan Purwaka Caruban Nagari tahun 1568), dia digantikan oleh cucunya yang terkenal dengan gelar Pangeran Ratu atau Panembahan Ratu. Pada masa pemerintahannya, Cirebon berada di bawah pengaruh Mataram. Kendati demikian, hubungan kedua kesultanan itu selalu berada dalam suasana perdamaian. Kesultanan Cirebon tidak pernah mengadakan perlawanan terhadap Mataram. Pada tahun 1590, raja Mataram, Panembahan Senapati, membantu para pemimpin agama dan raja Cirebon untuk memperkuat tembok yang mengelilingi kota Cirebon. Mataram menganggap raja-raja Cirebon sebagai keturunan orang suci karena Cirebon lebih dahulu menerima Islam. Pada tahun 1636 Panembahan Ratu berkunjung ke Mataram sebagai penghormatan kepada Sultan Agung yang telah menguasai sebagian pulau Jawa.

Panembahan Ratu wafat pada tahun 1650 dan digantikan oleh putranya yang bergelar Panembahan Girilaya. Keutuhan Cirebon sebagai satu kerajaan hanya sampai pada masa Pnembahan Girilaya (1650-1662). Sepeninggalnya, sesuai dengan kehendaknya sendiri, Cirebon diperintah oleh dua putranya, Martawijaya (Panembahan Sepuh) dan Kartawijaya (Panembahan Anom). Panembahan Sepuh memimpin kesultanan Kasepuhan dengan gelar Syamsuddin, sementara Panembahan Anom memimpin Kesultanan Kanoman dengan gelar Badruddin. Saudara mereka, Wangsakerta, mendapat tanah seribu cacah (ukuran tanah sesuai dengan jumlah rumah tangga yang merupakan sumber tenaga).

Perpecahan tersebut menyebabkan kedudukan Kesultanan Cirebon menjadi lemah sehingga pada tahun 1681 kedua kesultanan menjadi proteksi VOC. Bahkan pada waktu Panembahan Sepuh meninggal dunia (1697), terjadi perebutan kekuasaan di antara kedua putranya. Keadaan demikian mengakibatkan kedudukan VOC semakin kokoh. Dalam Perjanjian Kertasura 1705 antara Mataram dan VOC disebutkan bahwa Cirebon berada di bawah pengawasan langsung VOC.

Walaupun demikian kemunduran politik itu ternyata sama sekali tidak mengurangi wibawa Cirebon sebagai pusat keagamaan di Jawa Barat. Peranan historis keagamaan yang dijalankan Sunan Gunung Jati tak pernah hilang dalam kenangan masyarakat. Pendidikan keagamaan di Cirebon terus berkembang. Pada abad ke-17 dan ke-18 di keraton-keraton Cirebon berkembang kegiatan-kegiatan sastra yang sangat memikat perhatian. Hal ini antara lain terbukti dari kegiatan karang-mengarang suluk, nyanyian keagamaan Islam yang bercorak mistik. Di samping itu, pesantren-pesantren yang pada masa awal Islam berkembang di daerah pesisir pulau Jawa hanya bertahan di Cirebon; selebihnya mengalami kemunduran atau pindah ke pedalaman.

Keraton para keturunan Sunan Gunung Jati tetap dipertahankan di bawah kekuasaan dan pengaruh pemerintah Hindia Belanda. Kesultanan itu bahkan masih dipertahankan sampai sekarang. Meskipun tidak memiliki pemerintahan administratif, mereka tetap meneruskan tradisi Kesultanan Cirebon. Misalnya, melaksanakan Panjang Jimat (peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw) dan memelihara makam leluhurnya Sunan Gunung Jati.***

Bahaya Cotton bud

KOREK KUPINGTelinga adalah organ yang kompleks. Telinga terdiri dari tiga wilayah utama. Pertama, telinga luar untuk melindungi gendang telinga dari kerusakan langsung. Telinga tengah adalah rongga berisi udara yang menghubungkan ke bagian belakang hidung melalui tabung Eustachio, yang akan terbuka bila Anda menelan atau menguap. Yang terakhir adalah tulang kecil yang mengirimkan getaran dari gendang telinga ke telinga bagian dalam atau koklea.

Kesehatan telinga penting untuk kita jaga. Selain membebaskan kita dari rasa sakit dan infeksi, juga menyelamatkan pendengaran dari kerusakan.

Sayang, tidak banyak orang yang tahu bagaimana cara merawat telinga dengan baik. Sebagai contoh, berharap memiliki telinga yang bersih, seseorang dengan frekuensi sering menggunakan cotton bud untuk membersihkannya. Padahal, terlalu sering membersihkan telinga dapat menyebabkan infeksi dan kerusakan telinga hingga permanen.

Dilanisir dari laman Daily Mail, Sabtu, 25 Juni 2011, berikut ini beberapa saran yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan telinga yang sehat.

1. Telinga bagian luar dirancang sebagai tempat yang mudah untuk dibersihkan. Cotton bud yang biasa Anda gunakan bukan berfungsi membersihkan, melainkan malah mendorong kotoran telinga semakin dalam. Cara yang paling baik adalah dengan menggunakan air dan sabun. Sebab, telinga dengan sendirinya akan mendorong kotoran keluar. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan minyak zaitun untuk melunakkan kotoran telinga.

2. Jangan khawatir dengan perubahan warna kotoran telinga Anda. Tekstur dan warna dapat berbeda pada setiap orang. Bisa lembut atau keras, bisa berwarna oranye atau kecokelatan. Namun, jika sudah berwarna hijau dan kental, tandanya telinga Anda mengalami infeksi. Dan itu harus segera diobati.

3. Jangan pernah menggaruk telinga ketika terasa gatal. Rasa gatal bisa diakibatkan oleh eksim atau psoriasis. Segera ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.

4. Tiap jenis infeksi pada telinga membutuhkan penanganan dari dokter ahli. Ada 2 jenis infeksi, yakni pada telinga luar dan telinga tengah. Untuk bagian luar umumnya terjadi karena terkena air kotor. Telinga menjadi sakit, bengkak, atau bahkan bernanah. Biasanya, diobati dengan tetesan antibiotik. Sementara itu, untuk bagian tengah, terkadang bisa berdampak buruk pada gendang telinga. Gendang telinga bisa pecah. Biasanya, penderita diberi resep tablet antibiotik selain menggunakan resep obat tetes.

5. Rasa nyeri yang muncul bukan semata-mata karena telinga Anda bermasalah, tetapi bisa karena Anda menderita radang tenggorokan atau nyeri sendi leher. Tapi, saat Anda merasa nyeri di telinga, ada baiknya Anda konsultasikan pada dokter.

6. Pendengaran Anda bisa berkurang karena faktor usia. Namun, jika usia bukan penyebabnya, segera konsultasikan kepada dokter. Pendengaran berkurang secara mendadak bisa karena kerusakan sel-sel rambut.

7. Mendengarkan musik dengan keras dan dalam waktu yang lama dapat merusak sel-sel rambut. Akibatnya, pendengaran Anda pun lama-kelamaan berkurang.

8. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan pendengaran Anda berkurang. Pertama, tamparan di telinga yang menyebabkan gendang telinga berlubang. Biasanya, membran akan sembuh dengan sendirinya dalam 6 minggu. Tapi, telinga harus tetap kering agar infeksi tidak semakin parah. Selain itu, dipukul di bagian telinga saat sedang berenang juga berakibat pada berkurangnya pendengaran. Sebab, air dipaksa masuk ke dalam telinga. Trauma dan patah tulang tengkorak sering kali merusak telinga bagian dalam. Akibatnya, dapat mengurangi pendengaran seseorang.

9. Saat melakukan perjalanan dengan pesawat pun telinga terkadang terasa sakit. Untuk mengurangi rasa sakit itu, Anda bisa menutup hidung dan meniup telinga dengan lembut. Atau menguap pun terkadang menjadi solusi.